Sample Text

Sunday, 10 February 2013

Majid Tua Gantarang Lalang Bata, Bukti Sejarah Islam Tertua Di Sulawesi


Masjid Tua Gantarang

puncak bukit Desa Bontomarannu, KecamatanBontomanai. Kendati letaknya terpencil, potensi obyek wisata sejarah dan budaya kebanggaan masyarakat Dusun Gantarang Lalang Bata ini tak pernah lepas dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten KepulauanSelayar. Perkampungan Gantarang Lalang Bata juga telah resmi terdaftar sebagai salah satu kawasan cagar budaya unggulan di Selayar.
Beduk gantarangBangunan situs Masjid tua Gantarang terletak di dusun Gantarang Lalang Bata, 12 km dari kota Benteng, dibangun pada abad XVI (abad 16 M) masa pemerintahan Sultan Pangali Patta Raja yang merupakan raja pertama yang memeluk agama Islam. Masjid ini menjadi bukti peninggalan dari tokoh penyebar ajaran Syariat Agama Islam pertama di daratan Provinsi Sulawesi-Selatan yang bernama Datu Ribandang.  Dari sejarah itulah disimpulkan bahwa kabupaten Kepulauan Selayar merupakan daerah penerima ajaran syariat Agama Islam pertama di semenanjung Provinsi Sulawesi-Selatan. Bahkan, jauh sebelum masyarakat Kabupaten Gowa, mengenal dan menganut Agama Islam. penyebarluasan ajaran Syariat Agama Islam pertama di Sulawesi-Selatan bermula dari perintah raja Arab dan Khalifahnya di Mekah kepada Datu Ribandang untuk berangkat dan menyebarluaskan ajaran syariat Islam di Maluku dan Buton. Usai mengislamkan raja Maluku dan Buton, dalam perjalanannya menuju Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan, Datu Ribandang singgah untuk pertama kali di Kabupaten Selayar dengan melintasi jalur pantai Babaere dan masuk ke kampung Gantarang Lalang Bata melalui pintu gerbang Sele’. Di kampung Gantarang Lalang Bata inilah Datu Ribandang untuk pertama kalinya mengislamkan seorang bernama I Puso yang menjadi orang pertama yang ditemui Datu Ribandang saat sedang memancing ikan di bibir pantai Ngapalohe, disusul Karaeng Gantarang, I Pangali Sultan Patta Raja. Sesudah mengislamkan karaeng Gantarang, I Pangali Sultan Patta Raja, maka Datu Ribandang kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Gowa dan kemudian mengislamkan raja Gowa (1605). Berdasarkan sejarah itu , sejumlah pakar sejarah menyepakati bahwa kerajaan Gantarang, lebih awal menerima masuknya ajaran syariat Agama Islam dari pada kerajaan Gowa.
huruf tua gantarangHingga kini, bangunan masjid tua Gantarang masih berdiri kokoh ditengah-tengah areal perkampungan Gantarang Lalang Bata. Masjid tua ini takhanya digunakan sebagai sarana ibadah semata. Akan tetapi, bangunan peninggalanbersejarah yang dibangun pada era pemerintahan, I Pangali Sultan Patta Rajatersebut telah berfungsi ganda sebagai lokasi penelitian bagi para pakarsejarah, mahasiswa, dan pelajar sekolah menengah dari dalam dan luar Kabupaten KepulauanSelayar.Didalam Mesjid tua ini, terdapat beberapa benda-benda peninggalan yangmemperkuat fakta sejarah bahwa Datu Ribandang pernah singgah dan menapakkankaki di Kabupaten Kepulauan Selayar. Benda-benda tersebut diantaranya tongkatmenyerupai pedang pusaka, mimbar lengkap dengan bendera kain putih di sisikiri-kanannya yang terdapat tulisan bahasa Arab untuk khutbah Jumat, KhutbahIdulFitri dan Khutbah Idul Adha.(Fadly Syarif / editor: Indra J Mae)

Reactions:

0 comments:

Post a Comment